Rabu, 26 Oktober 2016

Parutan Kelapa Tradisonal Hasilnya Lebih Khas!

Ya namanya adalah Papan parutan kelapa, pada zaman dahulu kala jauh sebelum mesin pemarut kelapa modern untuk industri datang dan berkembang, para orang tua kita pasti memiliki papan pemarut kelapa sendiri di rumah. Benda yang satu ini memang wajib ada, di karenakan untuk mendapatkan hasil perasan santan yang baik tentunya anda harus memarut sendiri buah kelapa yang telah di kupas dan di belah. Ya boleh di bilang memang untuk mendapatkan hasil maksimal, terkadang kita harus melakukan hal-hal kecil yang bersifat konvensional. Nah hal ini pun berlaku untuk hasil perasan santan kelapa, jika anda suka memasak masakan berkuah dengan bahan dasar santan..pastinya anda setuju bahwasannya santan yang baik adalah yang di hasilkan dari pemarut kelapa manual.

Sebenarnya tidak sulit untuk membuat alat pemarut kelapa manual sendiri, meskipun jika kita membelinya harganya gak seberapa..Namun jika kita membuatnya sendiri kita bisa menentukan ukuran/dimensi pemarut kelapa yang kita inginkan. Untuk membuat alat pemarut kelapa konvensional ada beberapa bahan dan alat yang anda butuhkan. Oke berikut ini akan sedikit di jabarkan bagaimana membuat alat pemarut kelapa sederhana dengan cara yang mudah.
 
1.      Bahan dasar
a.       Kawat baja
b.      Jumput (sejenis catut untuk memotong kawat baja)
c.       Ganden (sejenis palu berukuran kecil)
d.      Blabak atau papan
e.       Dingklik
f.       Tali

2.      Cara pembuatan
a.       Pilih papan
b.      Taruh papan di atas kursi kecil dari kayu
c.       Tali papan dengan kursi kecil dari kayu
d.      Potong kawat baja dengan jumput/sejenis catut
e.       Tempelkan kawat di atas papan
f.       Pukul kawat sampai menancap pada papan

Cara pembuatan parutan ini memang agak susah, karena harus memotong kawat baja dengan alat pemotong yang biasa dipanggil jumput, potongan kawat ini panjangnya sekitar 0.5 cm. Kemudian kawat yang sudah dipotong ukurang 0.5 cm ditaruh diatas kayu mlinjo yang sudah dibuat seperti papan dan dipukul 2 atau 3 kali dengan alat yang diberi nama ganden. Mengapa harus kayu melinjo? Kayu melinjo di percaya mengandung banyak minyak dan sangat enak untuk membuat perasan santan.

So apakah anda tertarik untuk mencoba membuat alat parut kelapa tradisonal? Jika di bandingkan dengan mesin pemarut kelapa otomatis, tentunya dari segi biaya sangatlah murah dan mudah di buat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar